Efek Kemoterapi Sangat Menyiksa? Simak dulu penjelasannya
Kemoterapi merupakan tahap pengobatan yang diberikan kepada penderita kanker. Obat ini diberikan melalui peredaran untuk mencegah dan menghentikan pertumbuhan sel kanker. Pemberian dosis kemoterapi bergantung pada kondisi pasien, jenis sel kanker, lokasi, stadium, dan penyebarannya. Namun, obat ini juga memiliki potensi untuk mengganggu pertumbuhan sel sehat yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien kanker apabila tidak diberikan penanganan yang tepat. Untuk mengatasi efek dari kemoterapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan sehingga kualitas hidup pasien meningkat dan mengurangi adanya komplikasi dari penyebaran sel kanker.
Mual dan muntah
Mual ataupun muntah merupakan efek kemoterapi yang paling umum dialami oleh pasien. Kondisi ini menyebabkan menurunnya nafsu makan pasien, sehingga pasien beresiko tidak memperoleh asupan gizi yang seimbang. Untuk mengatasi mual dan muntah ada beberapa hal yang dapat dilakukan seperti mengkonsumsi obat anti mual dari dokter, mengkonsumsi makanan kering yang mudah dicerna, menjadwalkan makan sebanyak 4-6 kali dengan porsi kecil dan makan minum yang hangat. Pasien juga disarankan untuk tidak banyak minum pada saat makan, menghindari berbaring setelah makan, menghindari makanan berbumbu, beraroma kuat, dan berlemak.
Nafsu makan yang menurun
Pasien yang menjalani kemoterapi beresiko mengalami penurunan nafsu makan. Apabila hal tersebut terjadi atasi dengan mengurangi porsi dalam sekali makan namun dengan intensitas makan yang lebih sering, tidak membatasi asupan makanan, memberikan camilan berkalori dan berprotein tinggi, memberikan makanan kesukaan pasien, memberikan minuman berkalori, mengkonsumsi permen rasa mint atau menggunakan bumbu dan rempah dapur alami.
Gangguan mulut dan tenggorokan
Gangguan mulut dan tenggorokan yang terjadi pada pasien kemoterapi dapat berupa mulut kering, gangguan pengecapan, sariawan dan sensitifitas yang lebih tinggi. Efek tersebut dapat diatasi dengan menjaga kebersihan mulut, menggunakan sikat gigi yang lembut, rutin melakukan pemeriksaan rutin mulut dan lidah, memperhatikan asupan air minum, menghindari obat kumur beralkohol, mengkonsumsi makanan lembut dan berkuah.
Nyeri
Apabila pasien kemoterapi merasakan rasa nyeri maka pasien disarankan melakukan konsultasi dengan dokter untuk diresepkan obat yang dapat mengatasi rasa nyeri yang terjadi.
Susah buang air besar atau diare
Pasien kemoterapi cenderung mengalami susah buang air besar ataupun diare. Apabila mengalami susah buang air besar, pasien disarankan untuk minum obat dari dokter, memperhatikan asupan air setidaknya 8-10 gelas setiap harinya, menghindari produk coklat, keju, snack asin ataupun roti putih. Selain itu pasien harus mengkonsumsi makanan berserat tinggi dan melakukan latihan fisik ringan.
Apabila pasien mengalami diare, dapat diatasi dengan meminum obat dokter, konsumsi air 8-10 gelas setiap hari, dan menghindari makanan berlaktosa, berserat tinggi, kacang-kacangan, susu, kopi, alkohol, jagung, coklat dan makanan mengandung gas tinggi.
Kerontokan Rambut
Kemoterapi yang diberikan pada pasien kanker biasanya mengalami kerontokan, karena obat yang masuk memiliki efek pada sel folikel rambut. Untuk mengatasinya pasien dapat memotong pendek rambutnya, menggunakan sampo bayi, dan tidak menggunakan zat pewarna.
Mudah lelah
Kelelahan merupakan hal yang biasa dikeluhkan oleh pasien yang menjalani kemoterapi. Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan membatasi aktivitas, berolahraga rutin selama 20-30 menit dengan intensitas 3-5 kali seminggu, makan rutin, dan tidur minimal 8 jam setiap hari.
Gangguan saraf
Gangguan saraf yang menjadi efek dari kemoterapi dapat berupa kesemutan, rasa terbakar, lemah, mati rasa pada tangan dan kaki, limbung, dan mudah jatuh. Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan berhati-hati dalam memegang benda tajam, menggunakan sarung tangan pada saat bekerja, bergerak perlahan, berpegangan apabila merasa kesulitan, melatih anggota gerak sesuai kemampuan, berolahraga rutin selama 20-30 menit dengan intensitas 3-5 kali seminggu, apabila hanya bisa berbaring pasien dapat berlatih dengan merubah posisi tidur secara bertahap.
Mengalami infeksi ataupun perdarahan
Infeksi yang terjadi dapat ditangani dengan rajin menggunakan hand sanitizer, mencuci tangan, menghindari berinteraksi dengan orang sakit, menggunakan masker, dan menghindari keramaian untuk meminimalisir kemungkinan infeksi yang menyerang.
Disamping itu, apabila terjadi perdarahan pasien harus menghindari aktivitas fisik yang berisiko menyebabkan perdarahan, dan harus berhati-hati dalam memegang benda tajam.
Perubahan kuku kulit
Kuku kulit terasa gatal, nyeri, kemerahan, mengelupas, warna kuku menjadi gelap atau terang, dan sensitif terhadap matahari dapat diatasi dengan menggunakan bedak talk, mandi dengan durasi singkat, hidrasi air panas, menggunakan sabun mandi yang lembut, menggunakan lotion, menghindari parfum atau kosmetik beralkohol, menggunakan spf, baju lengan panjang, lip balm dan melakukan kompres pada area yang terasa sakit.
Gangguan berkemih
Apabila mengalami gangguan dalam berkemih seperti terasa nyeri, sering berkemih, sulit berkemih, dan terjadi perubahan warna kemih dapat diatasi dengan banyak minum air putih, dan membatasi beberapa minuman dengan kandungan kafein, teh, dan soda.
Gangguan kesuburan dan seksual
Gangguan kesuburan dapat diatasi dengan program KB dan konsultasi dokter. Sedangkan untuk gangguan seksual dapat diatasi dengan menggunakan celana dalam katun, tidak menggunakan celana dalam ketat, menggunakan kondom dan pelumas saat berhubungan seksual, berolahraga rutin, dan mendiskusikannya dengan pasangan.

Komentar
Posting Komentar