Ketika keluarga bukanlah jalan keluar
Katanya kalau kita memiliki masalah dan tidak menemukan jalan keluar setelah melakukan berbagai usaha maka keluargalah solusinya. Keluarga dapat dijadikan sebagai sandaran ketika kita sedang terjebak dalam masalah. Keluarga dapat membantu kita untuk keluar dari masalah yang sedang kita hadapi. Benarkah semua itu?
Bagi saya itu semua omong kosong belaka. Karena apa, keluarga saya malah meninggalkan saya dan ibu saya ketika kami sedang terjebak dalam suatu masalah. Masalahnya sangat rumit dan kami telah berusaha kemanapun untuk mencari bantuan. Kami memang hanya hidup Berdua, maka dari itu ketika badai bernama "masalah" itu datang kami hanya memiliki satu sama lain. Dimanapun tempat yang katanya dapat membantu kami mendapat jalan keluar kami datangi, tapi hasilnya nihil. Sampai akhirnya kami putus asa dan akhirnya mencoba bantuan keluarga besar kami. Tapi tebaklah apa yang mereka lakukan pada kami, mereka hanya memandang rendah kami, menyalahkan kami, meninggalkan kami dan menjatuhkan kami.
Tidak ingatkah mereka ketika dulu mereka semua mengemis bantuan kepada ibuku, dengan ikhlas ibuku membantunya. Semua bantuanpun kami berikan kepada keluarga yang berada dalam masalah. Tapi lihat sekarang, mereka dengan santainya meninggalkan kami dalam kesulitan. Benarkah ini yang dinamakan keluarga? Bagi saya keluarga saya adalah neraka hidup yang selalu menghantui saya dan ibu saya. Saat ini ketika kehidupan kami sudah membaik mereka mulai mendekati kami dengan ucapan manisnya.
Saya dan ibu saya dengan terpaksa benar-benar mengasingkan diri dari keluarga kami saat ini. Semua kami lakukan untuk melindungi diri kami dan mengobati sakitnya perasaan ini. Jadi apakah masih pantas sebutan keluarga adalah tempat kita mencari ketenangan dalam masalah? Masih pantaskah keluarga saya ini disebut "keluarga"?
Komentar
Posting Komentar